Header Ads

Berharap Pasar Desa Kedungprahu Menjadi Pasar Hasil Bumi

Pasar Desa yang berada di Kedungprahu utara jalan, tak jauh dengan lokasi pasar milik Pemda sampai saat ini menjadi tempat relokasi para pedagang. Sebelah timur adalah pasar milik pemerintah yang samapi saat ini sedang dikebut pembangunannya. Sejak adanya rehab pembangunan pasar daerah itu memang seluruh para pedagang melakukan aktivitasnya ditempat relokasi di pasar desa, yang letaknya juga strategis.

Kepala desa beserta masyarakat Kedungprahu berharap, ramainya kegiatan transaksi dipasar desa tersebut agar jangan tatkala menjadi tempat singgah sementara untuk pasar pemda. Maka dari itu tercatat jelas sesuai surat persetujuan Bupati Ngawi bahwa pasar desa menjadi pasar sayur (hasil bumi), dan sebelah timur yang merupakan pasar pemerintah daerah adalah sebagai tempat jual- beli pakaian.

“Ya, untuk di sini menjadi pasar desa, dibuat pasar sayur, sesuai Surat Ijin Bupati, ini saya lakukan himbuan karena sesuai surat yang tertera itu,kalau sebelah timur itu adalah tempat jual pakaian”, terang, Joko , petugas informasi desa.

Kepala Desa Kedungprahu Sunarto juga menegaskan mendasar surat Bupati, pasar desa bisa untuk pasar hasil bumi.

“Kita punya nilai tawar yang tinggi sesuai surat bupati itu, disini pasar sayur, timur pasar pakaian, intinya bukan rebutan namun penataan dan keamanan, disini juga didukung masyarakat, instansi (sekitar-red)”, tegas, Sunarto Kades Kedungprahu.

Pada hari Rabu, 3 Desember 2014 ini warga melakukan aksi bersama Sunarto Kades Kedungprahu berdialog dengan Forimcam, Satpol PP, dan Perwakilan Dinas pasar di pasar desa dilanjut pasar milik daerah. Dalam dialog masih belum ada titik temu akhirnya desa akan mengusulkan pengajuan agar tetap memberdayakan desa untuk masyarakat sesuai UU desa.

“Kita tetap menginginkan pasar desa menjadi pasar sayur”, teriak warga yang diliput media elektronik dan cetak itu. Ada yang berpendapat pedagang tetap kembali ke tempat asal semula karena pasar pemda sudah selesai dibangun, semua tergantung pilihan para pedagang itu sendiri.

Sumber : Analisi Jatim

No comments

Powered by Blogger.